Kamis, 08 Januari 2009

Kembang Tahu Perangsang ASI

KEMBANG tahu tinggi kadar proteinnya. Rumah sakit memanfaatkannya untuk pemulih kesehatan pasien. Makanan ini juga dianjurkan bagi penderita diabetes dan tekanan darah tinggi, serta konon merangsang ASI sehingga sangat baik bagi ibu hamil dan baru melahirkan.

Tahu merupakan gumpalan protein dari susu kedelai yang telah dipisahkan dengan air tahu (whey) dengan cara pengepresan. Sebaliknya, kembang tahu merupakan lapisan tipis yang terbentuk di permukaan susu kedelai yang dipanaskan. Mungkin karena mengapung-apung di permukaan susu kedelai, maka disebut sebagai kembang tahu.

Di Indonesia, kembang tahu dipakai sebagai campuran sup ayam, sup buntut, kimlo, capcay, dan bihun goreng. Bentuknya yang tipis dan kering memungkinkan kembang tahu disimpan lama tanpa memerlukan lemari pendingin. Produk tersebut mudah ditemukan di berbagai warung dan pedagang sayur keliling.

Jenis kembang tahu
Pernahkah Anda memperhatikan terbentuknya lapisan tipis yang mengapung di permukaan segelas susu sapi panas yang didiamkan mendingin pada suhu kamar? Lapisan tersebut merupakan gumpalan protein dan lemak yang lama-kelamaan akan menebal sehingga dengan mudah dapat diangkat. Jika dicicipi akan terasa lezat, halus, dan agak liat.

Hal yang sama juga akan terjadi jika susu kedelai dipanaskan. Lapisan tipis dari permukaan susu yang telah dipanaskan tersebut di Jepang dinamakan yuba, sedangkan di Indonesia lebih populer disebut kembang tahu. Selain dari kacang kedelai, kembang tahu juga dapat dibuat dari kacang-kacangan lainnya, seperti kacang hijau, kacang gude, kacang jogo, koro benguk, dan lain-lain.

Secara umum, kembang tahu dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu kembang tahu segar, setengah kering, dan kering. Di Jepang, kembang tahu segar disebut nama yuba. Ciri-ciri kembang tahu segar yang baik adalah warna krem kekuning-kuningan, tekstur lembut, ringan, rasa sedikit manis, dan enak rasanya.

Sayangnya, kembang tahu segar ini tidak tahan disimpan lama, yaitu hanya mampu bertahan 2-4 hari pada suhu kamar atau 3-5 hari pada lemari es. Untuk mencegah serangan jamur, kembang tahu basah biasanya dibungkus dengan plastik atau karton kedap udara.

Kembang tahu setengah kering, yang disebut juga nama gawaki atau han gawaki, merupakan kembang tahu segar yang telah dikeringkan sampai kadar air tertentu, tetapi belum sampai rapuh. Kembang tahu jenis ini umumnya dibungkus plastik atau karton dan disimpan pada ruangan biasa.

Jenis ketiga adalah kembang tahu kering yang disebut kanso hashi yuba, merupakan jenis yang paling populer dan paling umum dipasarkan. Kembang tahu ini dibuat dengan cara mengeringkan kembang tahu basah hingga kadar air yang sangat rendah sehingga teksturnya menjadi sangat rapuh.

Karena kadar airnya yang sangat rendah, jenis ini dapat disimpan lama pada suhu kamar. Ada lima bentuk utama dari kembang tahu jenis ini, yaitu lembaran, spiral, rol panjang, rol pendek, dan oharagi. Kembang tahu kering ini dapat disimpan selama 4-6 bulan pada ruangan berpendingin atau kotak kedap udara.

Cara pembuatan
Kembang tahu dapat dibuat, baik dalam skala kecil (tradisional) maupun skala besar (pabrik modern). Di Indonesia umumnya pembuatan kembang tahu masih dilakukan secara tradisional. Selain di Jepang, proses pembuatan kembang tahu secara modern dan besar-besaran antara lain telah dikembangkan di Taiwan dan Hong Kong sejak tahun 1973.

Bahan baku utama dalam pembuatan kembang tahu adalah kedelai dan air. Peralatan yang dibutuhkan adalah wadah perendam kedelai, penggiling kedelai, kain saring, panci, dan wadah pemanas susu kedelai. Proses pembuatannya dibagi ke dalam dua tahapan utama, yaitu pembuatan susu kedelai dan pembuatan lapisan tipis.

Pembuatan susu kedelai
a. Biji kedelai kering dibersihkan dari kotoran, kerikil, pasir, potongan ranting, dan batang kedelai. Biji rusak, hitam, dan berkapang harus dibuang. Setelah itu, biji dicuci sampai bersih. Kotoran dan biji yang mengapung harus dibuang. Pencucian dilakukan sampai air bilasan tampak jernih.

b. Biji yang telah dicuci bersih selanjutnya direndam di dalam air selama 8 jam. Air diganti-ganti setiap 2-3 jam. Setelah itu kedelai ditiriskan.

c. Kedelai dimasukkan ke dalam air mendidih. Besar api diatur agar suhu bertahan 85-90 derajat Celsius. Perendaman dalam air panas ini dilakukan selama 10 menit. Setelah itu kedelai diangkat dan didinginkan dengan air mengalir, kemudian ditiriskan.

d. Siapkan air panas dengan suhu sekitar 90 derajat Celsius sebanyak enam kali berat kedelai kering yang akan diolah. Suhu air ini dipertahankan selama pekerjaan berlangsung. Ke dalam air panas ini ditambahkan bubuk kalsium karbonat sebanyak 0,5 gram untuk setiap liter air panas.

e. Biji kedelai dihaluskan dengan blender atau digiling dengan mesin penggiling sampai menjadi bubur kedelai. Penggilingan dilakukan sambil ditambahkan campuran air panas-kalsium karbonat. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk menggiling kedelai, sisa air dicampurkan dengan bubur kedelai, kemudian diaduk-aduk selama tiga menit.

f. Bubur kedelai disaring dan diperas dengan kain saring rangkap dua. Cairan yang diperoleh disebut sebagai susu kedelai mentah.

Pembuatan lapisan tipis
a. Susu kedelai mentah dimasukkan ke dalam wadah pemanas yang dangkal, tetapi luas permukaannya (seperti nampan) atau dapat juga dengan panci. Susu dipanaskan sampai suhu 90 derajat Celsius sambil diaduk-aduk. Busa yang terbentuk dibuang. Ketika suhu telah mencapai 90 derajat Celsius, susu tidak boleh lagi diaduk.

b. Lapisan tipis akan terbentuk di permukaan cairan. Setelah merata di seluruh permukaan susu, lapisan tersebut diambil menggunakan lidi tebal atau bilah bambu. Setelah lapisan pertama diangkat, akan segera terbentuk lapisan kedua. Demikian seterusnya. Proses tersebut dapat diulang sekitar delapan kali atau sampai tidak terbentuk lapisan lagi.

c. Lapisan tipis tersebut selanjutnya dijemur hingga kering dengan cara menggantungnya bersama dengan lidi atau bambu yang digunakan dalam proses pengangkatan tadi. Dari satu kilogram kedelai rata-rata akan dihasilkan sekitar 0,40-0,55 kilogram kembang tahu kering.

d. Kembang tahu yang telah kering dapat dikemas di dalam kantong atau kotak plastik untuk melindunginya dari udara dan uap air. Kondisinya yang kering menyebabkan mudah menyerap uap air sehingga lama-kelamaan menjadi berjamur dan rusak.

Dianjurkan untuk Ibu Hamil dan Melahirkan
Sesuai dengan jenis bahan bakunya, yaitu kedelai yang kaya protein, kandungan gizi utama dari kembang tahu adalah protein, sekitar 48,9 – 52,3 gram per 100 gram kembang tahu jenis kering. Sumbangan gizi lainnya yang cukup menonjol adalah lemak (13,8-24,1 g/100 g), energi (380 – 432 kkal/100 g), serta sejumlah mineral. Kadar mineral dicerminkan oleh kadar abu yang lumayan.

Di Jepang, kembang tahu merupakan bahan makanan yang sangat populer. Konon, kembang tahu dapat merangsang keluarnya air susu ibu (ASI) sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu sebelum dan sesudah melahirkan. Kembang tahu juga umum digunakan di rumah sakit sebagai sumber protein pemulih kesehatan para pasien. Hal tersebut didukung oleh tingginya kadar protein dan daya cerna dari protein tersebut.

Seperti halnya kedelai, kembang tahu juga memiliki komposisi asam amino yang sangat baik. Asam amino yang cukup menonjol adalah lisin, yang umumnya sangat rendah pada bahan pangan lainnya.

Kembang tahu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes melitus. Kembang tahu juga merupakan sumber protein yang sangat baik untuk para vegetarian, yang berpantang produk-produk hewani. Tentu diperlukan kreativitas yang sangat tinggi dalam pengolahan kembang tahu menjadi berbagai makanan sehingga tidak membosankan
Sumber : Kompas.com

Read More......

Bila Berdarah Sulit Berhenti

HEMOFILIA adalah kelainan akibat gangguan pembekuan darah. Luka kecil saja bisa menyebabkan perdarahan yang sulit dihentikan. Penyakit ini bisa bersifat genetik (diturunkan) maupun didapat (hemofilia equate).

Dalam darah terdapat faktor pembeku yang bertugas menghentikan perdarahan. Pada anak tanpa hemofilia, faktor pembeku akan segera menghentikan perdarahan yang terjadi.

Ketika kita mengalami perdarahan, muncul cabikan atau sobekan pada saluran atau pembuluh darah. Dengan cepat pembuluh itu akan bereaksi mengetatkan diri (menyempit). Suatu sel darah kemudian mulai bekerja menutup sobekan itu. Sesaat berikutnya barulah faktor pembeku darah beraksi untuk merajut penutup luka cabikan tersebut.

Faktor-faktor pembeku darah tersebut bekerja secara berurutan, seperti halnya efek domino. Faktor yang satu bekerja setelah faktor yang lain, dan pada saat rangkaian kinerja itu berakhir, perdarahan akan berhenti.

Apabila salah satu faktor pembeku itu hilang atau tidak dapat berfungsi dengan baik, proses pembekuan tak akan berlangsung sempurna, sehingga darah bakal terus mengucur. Itulah yang terjadi pada pasien hemofilia.

Anak Laki-Laki
Menurut Dr. Asrul Harsal, Sp.PD-KHOM, dari Subbagian Hematologi Onkologi Medik, RS Kanker Dharmais, Jakarta, dalam darah ada sekitar 13 faktor pembeku. Kurangnya (defisiensi) faktor tertentu menyebabkan proses pembekuan terganggu.

Kalau faktor VIII mengalami defisiensi, akan terjadi hemofilia jenis A. Sementara itu, jika yang mengalami defisiensi faktor IX, maka yang terjadi hemofilia jenis B.

Hemofilia terbagi dalam tiga kelompok, yaitu berat, sedang, dan ringan. Disebut berat jika kadar faktor VIII atau IX-nya kurang dari 1 persen. Hemofilia berat umumnya muncul sejak masa kanak-kanak. Terbentur sedikit saja, di tubuh pasien akan timbul lebam kebiruan.

Perdarahan bisa terjadi tanpa sebab yang jelas (spontan) maupun akibat terluka. Pasien bisa mengalami beberapa kali perdarahan dalam seminggu. Bisa saja perdarahan itu berlangsung selama dua hari, sehingga membutuhkan penanganan serius.

Bila faktor VIII atau IX sekitar 1-5 persen dikategorikan dalam hemofilia sedang. Biasanya perdarahan terjadi karena sebab yang jelas, misalnya kecelakaan. Disebut ringan bila kadar faktor VIII atau IX sekitar 5-30 persen. Perdarahan baru akan muncul bila pasien mengalami kecelakaan hebat, menjalani operasi, atau cabut gigi.

Ditambahkan Prof. DR. Dr. Karmel Tambunan, Sp.PD-KHOM, bahwa hemofilia diturunkan melalui kromosom seks X yang sifatnya resesif. Umumnya yang menurunkan perempuan (carrier) dan yang terkena laki-laki.

“Perempuan pembawa sifat tidak menampakkan gejala, tapi sangat berpotensi menurunkan hemofilia itu kepada anak lelakinya,” kata anggota Pusat Pelayanan Terpadu Hemofilia Nasional RSUPN Cipto Mangunkusumo itu.

Hal ini terjadi karena terdapat antibodi terhadap faktor VIII. Hemofilia jenis ini tidak akan muncul pada masa kanak-kanak, umumnya gejalanya bersifat ringan, dan tidak terlalu membahayakan.

Mahalnya Terapi
Menurut Dr. Asrul, tidak mudah mengitung persentase penurunan penyakit bawaan ini. Yang jelas, hemofilia biasanya baru diketahui saat trauma pertama terjadi pada pasien, misalnya pada anak laki-laki ketika disunat.

Munculnya lebam biru di tubuh dan pembengkakan di persendian juga bisa dicurigai sebagai gejala hemofilia. Pembengkakan terjadi bila penderita melakukan joging atau aktivitas yang memungkinkan terjadinya gesekan tulang di persendian.

Bila tidak mendapatkan terapi secara rutin, penderita hemofilia bisa meninggal pada usia kanak-kanak. Menghindari terjadinya perdarahan adalah satu-satunya kiat tepat untuk mempertahankan kehidupan pengidap hemofilia. Terapi dengan transfusi juga akan memulihkan kondisinya.

Transfusi itu tentu harus disesuaikan dengan defisiensi faktor yang dialami. Jika kekurangan faktor VIII misalnya, hanya itulah yang perlu ia dapat. Prof. Karmel mengungkapkan bahwa saat ini tengah dikembangkan terapi genetik yang sudah diuji coba pada manusia di Amerika Serikat. Sayang, hasil pastinya belum dapat dipublikasikan.

Harapan hidup pasien hemofilia tidak berbeda dengan orang sehat pada umumnya. Memang untuk bertahan hidup, pasien harus rutin menerima transfusi darah sepanjang hidupnya. Pemberian transfusi disesuaikan dengan keadaan dan akan dihentikan kalau pembekuan sudah terjadi. Umumnya diberikan sekitar 10 kantong darah per jam, dan setiap kantong berisi 30 cc.

Saat ini juga bisa didapat hanya faktor pembeku untuk mengisi kekurangan yang ada. Dengan cara ini pasien bisa menjalani proses transfusi yang lebih singkat dan praktis. Bahkan, ada pasien yang dapat melakukannya sendiri di rumah. Namun, harga faktor pembeku ini masih sangat mahal.

“Ya, satu ampul harganya tak kurang dari 1,3 juta rupiah,” ungkap seorang pasien hemofilia yang menggunakan produk keluaran Kanada.

Dalam banyak kasus, harapan hidup orang dengan hemofilia tergolong besar. Ada yang tetap produktif sebagai musisi, bahkan ada yang berprofesi tentara. Jika mendapat perawatan dengan benar, tak mustahil bagi mereka untuk menjalani hidup secara normal.

Apa yang Paling Membahayakan?
Terjadinya perdarahan di kepala, tenggorokan, perut, dan sekitar paha, bisa sangat membahayakan hidup pasien hemofilia. Padahal, perdarahan tidak selalu terjadi di luar, tetapi bisa juga di dalam. Meski tak tampak oleh mata, gejala dari perdarahan itu bisa dikenali. Apabila penderita hemofilia mengalami keluhan berikut, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan segera.
- Perdarahan di kepala. Tanda-tandanya: sakit kepala hebat, muntah berulang kali, mengantuk terus, bingung, tak dapat mengenali orang atau benda di sekitarnya, penglihatannya kabur atau ganda, keluar cairan dari hidung atau telinga, terasa lemah pada tangan, kaki, dan wajah.
- Perdarahan di tenggorokan. Tanda-tanda: sulit bernapas atau menelan, bengkak.
- Perdarahan di perut. Tanda-tanda: muntah darah, terdapat darah pada feses, sakit perut tak kunjung sembuh, penderita tampak pucat dan lemah.
- Perdarahan di paha. Tanda-tanda: nyeri di daerah paha atau agak ke bawahnya, mati rasa di daerah paha atau tidak mampu mengangkat kaki. @ rin

Hindari Gerakan Penuh Benturan
Meski sebaiknya tidak mengalami luka berdarah, bukan berarti anak hemofilia harus berdiam diri. Banyak hal bisa mereka lakukan. Yang penting, mereka juga menjaga diri, antara lain dengan kiat-kiat berikut:
- Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
- Rutin berolahraga, tapi pilih yang bermanfaat untuk menguatkan otot dan melindungi persendian. Anak Anda boleh berenang, jalan kaki, atau bersepeda santai. Jangan memilihkan olahraga keras dan penuh benturan.
- Sikat gigi dengan sikat yang lembut, setiap kali usai makan.
- Periksakan gigi dan gusi tiap 6 bulan atau setahun sekali ke dokter. Ungkapkan bahwa anak Anda mengidap hemofilia.
Sumber : Kompas.com

Read More......

Harapan Baru Pengobatan Kanker Ginjal

Kanker ginjal biasanya tidak menunjukkan gejala hingga penyakit itu menyebar ke organ lain. Kanker jenis ini juga sering kali ditemukan sudah berada pada tahap sulit untuk disembuhkan.

Teknik kemoterapi terbaru memang menunjukkan harapan besar dalam memperpanjang usia pasien pengidap kanker stadium lanjut. Namun, terapi ini juga bisa sangat merugikan mengingat efek racun yang ditimbulkannya.

Dalam temuan terbaru mengenai kanker ginjal, ahli University of California Davis, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi suatu cara menghambat mekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada sel-sel kanker. Hal ini diharapkan memperbesar keberhasilan kemoterapi kanker ginjal dan menjadikannya lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi.

"Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat menciptakan salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir berhasil memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderung menyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping," kata pemimpin penelitian itu, Robert Weiss, yang memublikasikan temuannya dalam jurnal Cancer Biology and Therapy, edisi Desember.

"Kami ingin menemukan cara membuat kemoterapi seefektif mungkin dengan dosis paling rendah," ujarnya.

Pengobatan terbaru bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yang mengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yang mengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkan DNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat bagi pengobatan itu, berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut.

Tim itu menguji ribuan zat dan 12 di antaranya ditemukan dapat mengikat protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menunjukkan tiga bahan itu mampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan sel kanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif terhadap pengobatan yang merusak DNA.

Untuk kajian masa depan, tim peneliti tersebut akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat guna memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetap efektif dan guna lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya. Riset kemudian akan menguji bahan itu dengan pengobatan standar dalam contoh hewan sebelum akhirnya diujicobakan pada manusia.
Sumber : Xinhua

Read More......

Tangkal Flu Tanpa Antibiotik

Dinginnya udara di musim penghujan membuat tubuh mudah terkena flu dan batuk. Kurangi aktivitas dan hati-hati memilih obat flu. Jangan sampai kuman di tubuh malah jadi kebal obat.

Meski tidak setiap hari, udara masih sering lembab. Keadaan ini akan mempengaruhi tubuh kita. Sebaiknya kita tetap hati-hati dan menjaga stamina supaya tidak mudah terkena penyakit musiman. Kalau tenggorokan mulai sakit, gatal sehingga batuk berkali-kali, juga bersin-bersin, berarti penyakit musiman itu mulai mampir di tubuh kita. Trio gejala ini menjadi petunjuk kalau flu dan pilek sedang menyerang.

Batuk yang menyertai flu sebetulnya merupakan cara tubuh mempertahankan diri dari adanya alergen atau barang asing yang masuk ke tubuh. Dalam hal ini, alergen yang berupa virus itu bersarang di saluran napas. Tubuh lalu merespon dengan mengeluarkan lendir. Tak heran, di saat flu ada cairan yang keluar dari hidung.

Selain trio gejala tersebut, serangan flu atau influenza juga ditandai adanya demam mendadak dengan suhu tubuh antara 38 sampai 40 derajat Celsius, disertai sakit kepala, nyeri otot, dan badan terasa lemah. Bahkan, kadang-kadang disertai rasa mual, ingin muntah, dan diare.
Keadaan ini membuat si sakit akan menderita dan tak ingin beranjak dari tempat tidur.

Selalu Bermutasi
Flu sangat mudah menyebar. Virus penyebabnya senang sekali berkeliaran ke segala arah, lewat cairan yang dikeluarkan penderita saat batuk dan bersin. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari. Namun, bisa lebih lama bila Anda tidak menjaga kondisi badan.

Menurut Prof. Dr. Iwan Darmansjah, Sp.Fk., farmakolog dari FKUI, flu dan pilek sebenarnya hanya perlu pengobatan sederhana. Si sakit harus banyak istirahat, dan tak boleh banyak bicara. Olahraga sebaiknya dihentikan dulu.

Obat diperlukan sejauh untuk mengurangi pilek, batuk, panas, serta gejala lain yang berupa nyeri otot. Obat flu perlu mengandung campuran obat demam (parasetamol, ibuprofen), komponen pilek (efedrin, pseudo-efedrin, atau fenilpropanolamin) untuk mengeringkan hidung, dan komponen obat batuk (dekstrometorfan atau noskapin).

Flu bisa dicegah dengan vaksinasi. Namun, tidak selamanya vaksinasi mampu menghadang virus flu. Ini karena virus flu selalu bermutasi, membentuk versi baru yang lain dari generasi sebelumnya.

Vaksinasi pada dasarnya hanya membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Biasanya vaksinasi sangat dibutuhkan untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun, penderita asma, jantung atau penyakit ginjal, juga yang menderita flu sangat berat.

Vaksinasi juga sering dibutuhkan bila kita sedang berada di tempat lain, yang iklimnya berbeda sama sekali dengan wilayah tempat tinggal kita. Misalnya, mereka yang naik haji butuh sekali suntikan vaksin flu.

Tak Perlu Antibiotik
Prof. Iwan menegaskan, flu atau pilek tidak perlu diobati dengan antibiotik. Virus flu tidak mempan antibiotik. Bila ada komplikasi infeksi dengan kuman saja, antibiotik dibutuhkan. Ini pun jarang sekali terjadi. Hanya 5 persen dari semua kasus flu yang pernah ada.
Kalau kita terbiasa minum antibiotik, bahayanya kuman di tubuh menjadi kebal terhadap antibiotik. Akibatnya, dosis yang nanti kita gunakan akan semakin besar. Efek terjelek adalah datangnya kematian bila dosisnya sudah terlalu tinggi.

Oleh karena itu, bila kita mendapat obat dari dokter sebaiknya menanyakan jenisnya dan untuk apa. Maksudnya supaya tahu apa yang kita makan. Hal semacam itu bisa kita tanyakan kepada apoteker saat mengambil obat.

Bila Anda hanya pilek, pilihlah obat bebas yang mengandung komponen pilek saja. Obat pilek hanya perlu mengandung salah satu, efedrin, pseudoefedrin, atau fenilpropanolamin saja. Dari ketiganya, efedrin dosis kecil (8-10 mg) paling baik, fenilpropanolamin paling jelek.

Bila ingin mencampur dengan komponen antihistamin (antialergi), bisa menggunakan CTM, yang cukup efektif dan murah. Tambahan lain misalnya vitamin atau obat pengencer dahak tidak mutlak dibutuhkan tubuh. Tergantung dari kondisi masing-masing individu.

Yang penting, dengan atau tanpa antibiotik flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga seminggu. Bila ternyata tidak reda, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Yang perlu ditentukan, apakah demam yang diderita tidak disebabkan oleh penyakit lain, atau apakah obatnya perlu diubah.

Jangan Berselimut Tebal
Bila flu datang, tetap saja tenang. Lakukan beberapa hal berikut supaya kondisi Anda kian membaik.
- Minumlah air sebanyak mungkin karena Anda akan kehilangan banyak cairan selama demam berlangsung. Tindakan ini juga bisa membantu menurunkan suhu tubuh yang meninggi.
- Banyak istirahat. Berbaringlah di tempat tidur dan jangan melakukan aktivitas apa pun, supaya kondisi tidak memburuk.
- Berhentilah merokok dan minum alkohol.
- Minum obat golongan paracetamol atau aspirin untuk mengurangi demam dan nyeri otot. Obat golongan ibuprofen juga bisa diasup untuk menghindari peradangan. Ingat, aspirin tidak diperkenankan diasup oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun.
- Hindari kebiasaan menutup tubuh dengan selimut tebal saat demam. Ini bisa mengakibatkan udara tubuh yang panas tidak bisa menguap, sehingga suhu tubuh malah akan naik tinggi. Rasa dingin yang dirasakan akibat panas sedang naik mendadak.
- Lakukan kompres tidak hanya di kepala karena kontak permukaan kulit terlalu sempit. Langkah terbaik adalah menyeka seluruh tubuh dengan kain basah terus-menerus selama 5-7 menit. Menguapnya air dari kulit membuat suhu tubuh akan menurun. Biasanya dalam waktu 5-7 menit suhu sudah turun. Sebaiknya tidak menggunakan alkohol untuk kompres karena akan diserap kulit.
- Di malam hari, cobalah tidur dengan kepala dinaikkan sekitar 8 inci atau 15 cm. Langkah ini mencegah lendir masuk ke bagian bawah tenggorokan, sehingga dapat mencegah terjadinya batuk.
- Bila dalam seminggu kondisi tidak juga mereda, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Biar Virus Tidak Ngendon
Virus flu sangat mudah menular lewat batuk, bersin-bersin, dan cairan yang dibatukkan yang mengenai anggota badan orang lain. Supaya virus ini tidak menyebar dan tidak awet ngendon di tubuh, lakukan kiat ini.
- Tutup mulut dan hidung dengan sapu tangan atau tisu saat batuk atau bersin.
- Jika tak ada tisu atau sapu tangan, gunakan lengan baju bagian atas untuk menutupinya dan bukan dengan tangan.
- Buang tisu setelah menggunakannya. Jangan digunakan berkali-kali. Demikian juga dengan sapu tangan. Gantilah sesering mungkin.
- Setelah bersin, cuci tangan dengan sabun dan air atau alkohol, atau pembersih tangan yang sudah banyak beredar di pasaran.
- Jika perlu, gunakan masker supaya virus tidak menular ke orang lain

Sumber : Kompas.com

Read More......

Diet Rendah Kalori Bikin Tubuh Rentan Terserang Flu

ANDA yang mencoba mengurangi konsumsi makanan, coba pikirkan kembali. Menurut para ahli, pengurangan konsumsi makan (kalori) dapat membuat tubuh makin lemah sehingga rentan terhadap serangan flu.

Para ahli dari Amerika Serikat menemukan bahwa tikus-tikus yang asupan kalorinya dikontrol kesulitan menghadapi infeksi daripada mereka yang mengonsumsi kalori secara nornal.

Temuan yang dipublikasikan dalam Jurnal Nutrisi ini menyarankan agar mereka yang berada dalam kondisi lemah saat di mana cuaca tidak menentu perlu makan secukupnya, tidak perlu mengurangi atau berlebihan.

Tim dari Universitas Negeri Michigan menemukan bahwa meski tikus-tikus ini mengonsumsi vitamin dan mineral, konsumsi rendah kalori ini tidak memperkuat tubuh mereka karena tubuh tidak mampu memproduksi sejumlah sel-sel pembunuh untuk melawan infeksi.

Sebaliknya, tikus-tikus ini justru akan lebih lama sembuh saat sakit, kehilangan berat dan mengalami gejala sakit lain. "Penelitian kami menunjukkan bahwa saat tubuh siap melawan virus dan menyembuhkan saat sakit bila konsumsi memadai," ujar Prof Elizabeth Gardner.

Meski sudah mengonsumsi vaksin, disarankan agar konsumsi kalori secara normal dilakukan sampai musim dingin (hujan) menghilang diganti musim panas.

"Jika strain flu dari seseorang terinfeksi padahal vaksin flu berbeda dari strain flu yang ada, tubuh akan siap-siap memproduksi antibodi untuk melawannya," jelas Gardner.

Tentu pembatasan konsumsi makanan ini jangan dianggap mengkhawatirkan, terutama bagi mereka yang ingin berat badannya melorot. Yang penting jangan mengurangi. Normal saja
Sumber : Kompas.com

Read More......

Awas, Gangguan Tidur Bisa Jadi Pertanda Parkinson!

Orang yang mengalami gangguan tidur sehingga membuat mereka menendang atau berteriak selama tidur mungkin menghadapi risiko lebih besar mengidap kepikunan (demensia) ataupun penyakit parkinson, demikian hasil riset yang dimuat jurnal US Neurology.

Gangguan tidur sering dikenal dengan istilah gangguan perilaku tidur rapid eye movement (REM). Orang yang mengalami gangguan tidur ini tidak memiliki irama otot lemah normal yang muncul selama fase REM yang sering kali dikenal sebagai tahap mimpi dalam tidur. Mereka malah memiliki aktivitas otot yang sangat besar seperti memukul, menendang, atau berteriak, terutama saat mengungkapkan mimpi mereka.

Studi itu melibatkan 93 orang dengan jenis gangguan tidur tersebut, tetapi tidak memiliki gejala atau tanda penyakit degeneratif saraf, seperti hilang ingatan atau penyakit parkinson. Perkembangan kesehatan partisipan diikuti selama lima tahun.

Selama masa itu, 26 orang tercatat mengidap penyakit penurunan kemampuan syaraf. Sebanyak empat belas orang mengidap penyakit parkinson, 11 menderita demensia, dan didiagnosis mengidap penyakit alzheimer atau lewy.

Peneliti memperkirakan, risiko lima tahun perkembangan penyakit penurunan kemampuan syaraf adalah sekitar 18 persen, sementara risiko selama 10 tahun mencapai 41 persen dan risiko 12 tahun sebesar 52 persen.

"Hasil ini tentu saja sangat menarik bagi orang yang memiliki gangguan tidur dan keluarga serta dokter mereka," ungkap penulis studi tersebut Ronald Postuma dari McGill University di Kanada.

"Hasil ini mungkin membantu kami untuk lebih memahami bagaimana perkembangan penyakit degeneratif saraf ini. Semua itu juga mengindikasikan bahwa mungkin ada peluang bagi perlindungan dari perkembangan penyakit, barangkali bahkan mencegahnya sebelum gejalanya dapat muncul,"
Sumber : Xinhua

Read More......

Jangan Salahkah Anak kalau Konsumtif

Membeli barang yang diperlukan anak, sah-sah saja. Namun, kalau orangtua lantas menuruti kemauan anak untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan, tentu saja tidak baik. Ini sama artinya mengajarkan pola hidup konsumtif kepada mereka.

Aspek sosial menjadi bagian dari perkembangan balita. Bertemu dan berhubungan dengan orang lain di luar rumah merupakan pembelajaran atas hubungan interpersonal. Begitu pula saat anak mulai masuk sekolah dan bertemu dengan teman baru, kemampuan interaksinya pun ikut berkembang.

Interaksi dengan teman baru membawa banyak pengaruh. Salah satunya adalah pengaruh atas benda yang digunakan oleh sang teman. Anak lantas menginginkan barang tersebut. Katakanlah tas sekolah model Barbie atau tempat minum dengan gambar Winnie the Pooh. “Wabah” beyblade (dulu kita menyebutnya gasing) atau crush gear (mobil-mobilan) juga bisa diambil sebagai contoh.

Keadaan ini bisa terjadi pada anak. Sebab, saat di rumah, orangtua tidak mempunyai benda seperti itu. Di situlah kemampuan interpersonal anak dengan orang lain dimulai.

“Tapi, saya tidak melihat bahwa sifat konsumtif benar-benar dimulai dalam diri anak. Sebetulnya lebih ke sifat ingin memiliki sesuatu yang sama dengan temannya agar bisa menjadi bagian dari mereka,” papar Dra Rose Mini Adi Prianto, MPsi, psikolog dari Fakultas Psikologi UI.

Perlu siasat

Hal itulah yang kemudian membuat anak meminta ini-itu. Pada tahap ini, anak memang sedang menikmati hubungan interpersonalnya. Barang atau benda yang diminta kadang-kadang digunakan sebagai agen untuk bisa berhubungan dengan orang lain.

Kalau kemudian orangtua tidak memberi penjelasan atau pengertian kepada anak tentang kepentingan barang-barang tersebut, itu yang tidak tepat. Sebab, anak juga tidak harus selalu mendapatkan barang yang diinginkan, terutama bila harganya cukup mahal.

Orangtua sebenarnya bisa menyiasati dengan mencari alternatif lain. Saat anak Romi, panggilan akrab Rose Mini, duduk di bangku TK (sekarang sudah kuliah semester pertama) sudah diperkenalkan dengan perilaku tidak konsumtif.

Kala teman-temannya menggunakan beraneka ragam tas, Romi membuat tas dari kain sebagai peranti untuk membawa bekal makanannya. “Orangtua harus pintar menanamkan hal-hal seperti itu. Bagi anak, sesuatu yang paling bagus adalah yang bisa membuatnya bahagia. Dan tas itu membuat anak saya bahagia dan bangga,” kenang Romi.

Perilaku konsumtif pada anak lebih karena faktor lingkungan. Anak tidak bisa mengembangkan sikap bahwa apa yang dimilikinya juga menarik. Padahal, sikap tersebut akan membuat anak lebih menghargai apa yang dimilikinya. Bahkan, ia juga bisa menjadi trendsetter di kalangan teman-temannya. Tas buatan Romi kemudian malah ditiru oleh teman-teman anaknya.

Menempatkan sesuatu sesuai dengan manfaat maupun fungsinya akan membuat anak mengerti. “Ajarkan anak untuk mengenal benda yang diinginkan berdasarkan fungsinya,” kata psikolog yang pernah menjadi mentor saat Akademi Fantasi Indosiar berlangsung.

Jelaskan manfaatnya
Romi lantas mencontohkan tas sekolah dengan model seperti koper. “Karena kurikulum kita seluas samudera, akhirnya anak membawa tas koper untuk bisa membawa buku pelajaran,” ujarnya. Aneka ragam model tas koper pun ditawarkan. Akibatnya, anak tidak melihat tas sebagai fungsi, melainkan modelnya.

Mereka saling memamerkan tas. Roda tas yang lebih besar dianggap lebih menarik. Padahal, semakin besar roda, akan semakin sulit bagi anak untuk membawa tas tersebut naik tangga. Hal inilah yang harus dijelaskan kepada anak.
Penjelasan yang diberikan pun harus dengan pola pikir yang sederhana.

Menjelaskan kepada anak memang harus mengena. Orangtua tidak semata-mata bilang “tidak” untuk menahan anak agar tidak membeli tas seperti yang dimaksud. Begitu juga kalau dikatakan bahwa tas seperti itu tidak ada manfaatnya.

Hal tersebut tidak bisa masuk dalam pola pikir anak. Kalau tas tersebut tidak boleh beli dan tidak ada manfaatnya, kenapa dijual? “Orangtua harus berbicara apa adanya kepada anak. Katakan kenapa orangtua tidak setuju untuk membelinya. Anak pasti mengerti,” lanjutnya.

Tidak benar, menurut Romi, anggapan bahwa anak tidak akan mengerti bila diajak berkomunikasi. Sebaliknya, orangtualah yang selalu membuat anak tidak mengerti. Padahal, jika orangtua berbicara sesuai dengan kapasitas kemampuan, lewat penjabaran yang lebih sederhana, anak pasti mengerti.

Jangan mendua
Perilaku konsumtif juga bisa terlihat dari kebiasaan anak membeli barang secara terus-menerus. Walaupun sudah bertumpuk di rumah, anak tetap merengek minta mainan saat berjalan-jalan di pertokoan.

Mungkin, jika dilihat dari harga, mainan yang diminta cukup murah. Namun, menjadi tidak baik bagi anak kalau orangtua membelikannya terus-menerus karena faktor murah tadi. “Ini juga konsumtif,” kata pengajar di Program Pascasarjana Fakultas Psikologi UI.

Bila seperti itu keadaannya, orangtua juga harus membuat perencanaan. Anak perlu diberi pengertian membeli mainan cukup satu bulan sekali. Hal ini akan membuat mereka belajar untuk tidak konsumtif.

Sayang, orangtua terkadang tidak konsisten dengan apa yang dikatakan. Ada yang tidak membolehkan membeli mainan saat harganya masih mahal. Namun, begitu harganya turun, mereka memperbolehkan anak membelinya. Berarti, orangtua bersikap mendua. Sikap ini tidak baik bagi orangtua maupun anak. Sebab, anak akan merasa orangtua pasti akan membelikan barang tersebut.

Dimulai dari orangtua

Kebiasaan minta dibelikan mainan atau sesuatu secara terus-menerus bukan semata-mata disebabkan oleh si anak. Dra Rose Mini Adi Prianto, MPsi, staf pengajar Program Pascasarjana Fakultas Psikologi UI, tidak percaya hal itu. “Saya lebih percaya bahwa tindakan anak yang seperti itu karena ada perlakuan dari orangtuanya,” tutur Romi, panggilan akrabnya.

Rasa bersalah karena orangtua bekerja dan meninggalkan anak di rumah dalam waktu lama kerap menjadi alasan. Itu sebabnya, saat pergi bersama anak ke pusat perbelanjaan, dengan ringan orangtua akan membelikan sesuatu yang diinginkannya.

Benarkah anak pasti senang dengan barang yang dibeli tersebut? “Mungkin hanya sebentar saja,” ujarnya. Justru yang disenangi adalah momen saat itu, saat pergi bersama ayah dan ibunya.

Kalau sudah begitu, orangtua jangan terlalu asyik dengan dirinya sendiri atau asyik melihat barang-barang. Berikan kondisi yang membuat anak bahagia dengan kehadiran Anda sebagai orangtua. Kondisi ini akan memberi nilai plus. Nilainya jauh lebih banyak dibandingkan dengan hanya membelikan barang yang dimintanya.

Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah mengubah paradigma berpikir orangtua, terutama saat akan pergi jalan-jalan. Anak yang terbiasa pergi ke mal atau pusat perbelanjaan dan merengek minta dibelikan sesuatu, tidak bisa diberi pengertian pada saat kejadian, tetapi jauh sebelum itu.

Sebelum bepergian, orangtua harus berbicara terlebih dahulu kepada anak. Anak harus diberi kondisi: apa yang diinginkan anak pada bulan itu? Beri pengertian bahwa anak hanya bisa membeli barang satu kali dalam sebulan dengan skala prioritas. Dengan begitu, anak diajak untuk berpikir. Patron dalam pikirannya sudah jelas. Jadi, saat merengek, anak diingatkan kembali akan janji yang sudah dibicarakan sebelumnya.

Saat akan pergi, biasakan untuk berbicara terlebih dahulu dengan anak. Katakan bahwa pada saat itu Anda hanya ingin membeli sayuran dan buah. Untuk itu Anda harus konsisten. “Jangan kemudian Anda membeli bedak, baju, dan sepatu. Itu tidak konsisten namanya. Sebab, nanti anak akan berpikir, ‘Lho kok ibu boleh beli, aku enggak?’” kata Romi.

Yang penting, orangtua tetap membeli sesuai dengan apa yang dikatakan. Kalaupun anak ingin wortel atau apel, Anda bisa mengizinkan karena itu bagian dari sayur dan buah. Namun, jika anak ingin es krim, Anda bisa menolak. Meski terlihat ekstrem, hal tersebut akan membuat anak mengerti. Anak akan lebih paham bahwa berbelanja tidak bisa ngaco!

Selain berbelanja, orangtua juga hendaknya tidak berperilaku konsumtif di rumah. Jangan sampai ayah maupun ibu mempunyai sepatu lebih dari 20 pasang. Sebab, hal tersebut akan membuat anak tidak merasa ragu untuk memohon dibelikan sepatu juga, meski jumlahnya sudah lebih dari selusin.

Memberi alasan dengan benar saat akan membeli barang juga bisa membuat anak mengerti. Misalnya, orangtua harus membeli sepatu lagi karena yang lama sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Contoh lain, menggunakan kertas bekas. Bagian belakangnya masih bisa digunakan corat-coret anak. Dari situ anak akan terbiasa memakai barang yang bisa didaur ulang atau berhemat.

Hal-hal seperti itu bisa diajarkan di rumah. Anak akan melihat yang dikerjakan sehari-hari oleh orangtuanya. Apalagi, saat anak berusia 0-5 tahun, segala hal yang terjadi di rumah akan mudah diserap. Pada masa itu anak akan mengumpulkan berbagai pengalaman.

Kalau orangtua bertindak konsumtif, bukan tidak mungkin anak akan menyerap dan mengingat pengalaman tersebut. Dengan kata lain, rumah juga menjadi tempat untuk membiasakan anak agar tidak bertindak konsumtif.
Sumber : Kompas.com

Read More......