Sabtu, 26 Desember 2009

6 Risiko Bayi Sesar

Jika bayi bisa lahir secara alami, mengapa harus disesar? Ternyata, bayi lahir sesar lebih beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan dibandingkan bayi lahir normal. Apa saja gangguan itu? Dr.Erick Fransisco Kan, M.Med, Sp.A dari Siloam Hospital Karawaci membeberkannya.

1. Gangguan pernapasan
TTNB (Transient Tachypnea of the New Born) adalah gangguan pernapasan yang paling sering dikhawatirkan terjadi pada bayi sesar. Gangguan ini terjadi akibat cairan yang memenuhi paru-paru janin selama berada dalam rahim tidak terkompresi mengingat bayi sesar tinggal "terima jadi". Padahal, proses persalinan per vaginam melewati jalan lahir inilah yang memungkinkan cairan yang memenuhi paru-paru semasa janin berada dalam rahim dipompa habis keluar.

Selain itu, proses kompresi juga terjadi berkat kontraksi rahim ibu secara berkala. Kontraksi yang lama-kelamaan semakin kuat ini akan menekan tubuh bayi, sehingga otomatis cairan dalam paru-parunya ikut keluar. Nah, pada bayi sesar, kedua proses kompresi tadi tidak terjadi dengan sempurna.

2. Rendahnya sistem kekebalan tubuh
Data berdasarkan evidance base memang belum ada. Namun pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang berlangsung lama dan melibatkan kontraksi selama berjam-jam. Saat lahir pun, mulut bayi tidak tertutup sehingga banyak kuman yang masuk ke dalam mulut, bahkan sampai ke pencernaan. Imbasnya, bayi mengalami kontak alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya yang kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalan tubuhnya.

3. Rentan alergi
Baik dari kondisi "kotor" di jalan lahir yang tidak dilalui si bayi yang dilahirkan secara sesar, maupun tertundanya pemberian ASI sesegera mungkin, membuat risiko alergi pada bayi jadi lebih tinggi. Belum lagi paparan antibiotik yang biasanya diberikan kepada bayi sesar sebagai langkah berjaga-jaga dari kemungkinan infeksi, juga meningkatkan risiko alergi.

4. Emosi cenderung rapuh
Meski belum terbukti melalui penelitian ilmiah, kondisi psikologis bayi sesar diduga cenderung lebih rapuh dibanding bayi yang dilahirkan secara normal. Faktanya, bayi yang lahir normal memang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman dimana ia harus melewati jalan lahir yang sempit dan berliku disertai tekanan hebat akibat kontraksi rahim. Perjuangan inilah yang diyakini dapat melatih mental si kecil sejak dini. Boleh jadi faktor ini memberi kontribusi tersendiri terhadap kepribadian si anak kelak.

Akan tetapi pola asuh yang diberikan orangtua dan bagaimana pengaruh lingkungan terbukti lebih ikut memberi warna apakah seseorang lebih tahan banting atau tidak ketika menghadapi stres kehidupan.

5. Terpengaruh anestesi
Kondisi ini mungkin saja terjadi. Karenanya, tim dokter yang terdiri dari dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi harus berhitung secermat mungkin agar pembiusan pada bayi berpengaruh seminim mungkin. Untuk itu, umumnya anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal yang berdosis rendah. Penggunaan bius total membuat bayi terlihat agak ngantuk karena dikeluarkan saat masih di bawah pengaruh anestesi.

6. Minim peluang IMD
Bayi sesar kurang mendapatkan kesempatan untuk menjalani IMD alias inisiasi menyusu dini. Ini karena kondisi bayi sesar berbeda dari kondisi bayi lahir normal yang bisa langsung ditempelkan di dada ibunya dengan refleks yang cukup kuat untuk mencapai payudara ibu. Sementara pada persalinan sesar, hal yang tak bisa segera dilakukan mengingat bayi biasanya langsung dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernapasannya. Si ibu pun umumnya masih dalam keadaan "teler" akibat pengaruh obat anestesi.
Sumber : www.tabloid-nakita.com

Read More......

Rabu, 20 Mei 2009

Jangan Biarkan Anak Suka Jajan!

KOMPAS.com - Jajanan dengan berbagai jenis bentuk dan warna dikemas secara menarik, lantas disajikan para pedagang kepada anak-anak di lingkungan sekolah maupun perkampungan setiap hari. Tetapi, masyarakat tidak tahu kandungan gizi atau bahkan jajanan itu berbahaya bagi kesehatan anak.

Di sisi lain, orangtua selalu memberi uang jajan kepada putra putrinya ketika mau berangkat sekolah dan merasa kasihan jika anak balitanya merengek minta jajan tetapi tidak dipenuhi.
Orangtua merasa bersalah apabila tidak menuruti kemauan anak, karena orangtua bekerja mencari uang juga untuk keperluan anak.

Apalagi bagi keluarga mampu, jika orangtua tidak memberikan uang jajan atau menuruti kemauan anak maka akan dicap tetangga kanan kiri sebagai orangtua yang pelit.

Sebenarnya, boleh saja anak jajan tetapi pada saat tertentu atau kadang-kadang saja, jangan biarkan jajan menjadi kebiasaan rutin anak.

Namun, sebagian masyarakat modern sekarang ini justru bangga dengan kebiasaan buruk anak tersebut, karena merasa bisa menuruti kemauan anak. Jika orangtua membiarkan kebiasaan anak jajan di sekolah sebenarnya merugikan bagi anak dan orangtua, karena makanan yang dibeli anak belum tentu bergizi dan sehat.

Dari pada memberikan uang jajan kepada anak, orangtua dapat memberikan penggantinya dalam bentuk bekal makanan sebab jajanan belum tentu terjamin nutrisi dan kebersihannya, khususnya jajanan di luar sekolah.

Berdasarkan hasil survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2007, dari 4.500 sekolah di Indonesia ada 45 persen jajanan yang dijual di sekitar sekolah tercemar bahaya pangan mikrobiologis dan kimia.

Bahaya utama berasal dari cemaran fisik mikrobiologi dan kimia seperti pewarna tekstil. Jenis jajanan berbahaya ini meliputi makanan utama, makanan ringan, dan minuman.

Psikolog Universitas Indonesia, Mayke S. Tedjasaputra mengatakan, untuk mencegah kebiasaan jajan anak harus dimulai dari pola makan keluarga. Salah satu cara adalah membuat "kudapan tandingan" yang tidak kalah enak dari jajanan yang dapat dibeli di luar rumah.

Sebagai upaya preventif, katanya, anak harus dikenalkan pada pola makan sehat dan orangtua harus dapat dijadikan contoh atau panutan.

"Tidak ada gunanya melarang anak jajan kalau orangtuanya juga sering jajan dengan alasan tidak sempat memasak karena kesibukannya," katanya.

Selain itu, sebagai upaya kuratif, orangtua harus dapat menata kegiatan makan, membuat penganan bersama dengan anak, dan memperkenalkan anak pada berbagai jenis makanan.

Menurut dia, orangtua harus berani bertindak tegas untuk melarang anak yang suka jajan, karena kebiasaan ini bisa berpengaruh pada pola makan anak.

"Orangtua harus bertindak tegas terhadap kebiasaan kurang baik itu. Bertindak tegas bukan berarti harus dengan cara kekerasan membentak atau lainnya, tetapi anak dibatasi untuk jajan," katanya.

Ia mengatakan, kebiasaan jajan dapat mengurangi nafsu makan anak di rumah, apalagi makanan yang ia beli belum tentu bergizi dan sehat.

Untuk mencegah kebiasaan tersebut, bagi balita biarkan anak menangis kalau mau minta jajan. "Sampai menangis berguling-guling pun biarkan dia. Ini sebagai pembelajaran," katanya.

Namun, orangtua harus memberi pengertian pada si kecil bahwa kebiasaan jajan tidak baik dan ia diberi kesempatan untuk jajan pada hari tertentu saja, jangan setiap hari.

Ia mengatakan, kebiasaan jajan bagi anak merupakan pengalaman yang menyenangkan. Kadangkala kebiasaan ini untuk melawan orangtua, agar sama dengan teman lainnya, dan untuk "membeli" atau disukai teman.

Menurut dia, untuk mengurangi kebiasaan anak jajan di sekolah bisa dimulai dengan membatasi pemberian uang jajan. Boleh jajan pada waktu atau hari tertentu saja.

Spesialis gizi klinik Departeman Radioterapi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK mengatakan, untuk mencegah anak suka jajan makanan kurang sehat (kurang higienis, mengandung pengawet dan pewarna) di sekolah, orangtua harus membiasakan anak untuk sarapan pagi.

Ia mengatakan, sarapan pagi sangat penting karena merupakan persiapan asupan energi untuk beraktivitas dan untuk menyerap pelajaran di sekolah.

Bagi anak yang susah makan di rumah, orangtua harus bisa memberikan pengertian bahwa makanan untuk kebutuhan tubuh anak bukan untuk kepentingan orangtua.
Sumber : Kompas.com

Read More......

Rabu, 11 Maret 2009

Anak Sehat Bisa Dilihat dari Giginya

Orangtua yang memperhatikan tumbuh kembang anak perlu mencermati tanda-tanda anak memiliki asupan gizi yang baik. Seperti dituturkan ahli gizi Dr dr Anie Kurniawan, M.Sc, SpGK, ada 10 tanda umum yang mudah dikenali dari anak yang memiliki gizi yang baik.

Pertama, anak sehat bertambah umur, berat dan tinggi badan pun bertambah. Kedua, postur tubuh tegap dan otot padat. Pertumbuhan dan perkembangan rangka tubuh diukur dengan cara berdiri tegak. Pertumbuhan otot dilihat dengan pengukuran lingkar lengan atas yang sesuai dengan usianya.

Ketiga, rambut berkilau dan kuat. Anak yang memenuhi kriteria ini memiliki cukup asupan makronutrien, seng, serta vitamin C dan E.

Keempat, kulit serta kuku bersih dan tidak pucat. Kulit lembab dan tidak bersisik itu cukup asupan vitamin A, C, dan E.

Kelima, wajah ceria, mata bening, dan bibir segar. Kejiwaan anak ditandai dengan sifat ceria, aktif berkomunikasi, dan mau berteman.

Keenam, gigi bersih dan gusi merah muda. Gigi anak berkilat, gusi merah muda berkilat, dan lidah bersih segar artinya anak memiliki kecukupan acupan niasin, asam folat, riboflavin, dan vitamin B 12.

Ketujuh, nafsu makan baik dan buang air besar teratur.

Kedelapan, anak bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur. Fungsi motorik anak yang sehat bila anak bergerak aktif sesuai umur, lincah bermain sesuai umur, dan berbicara lancar sesuai umur.

Kesembilan, anak sehat itu penuh perhatian dan bereaksi aktif. Kecerdasan anak diartikan dengan sikap penuh perhatian, rasa ingin tahu, bereaksi aktif, dan berprestasi.

Kesepuluh, anak dapat tidur nyenyak. Status gizi memengaruhi kebiasaan tidur anak. Menurut dr Anie, ada hubungan antara indeks masa tubuh dan kebiasaan tidur anak. Misalnya anak perempuan (sekitar 13 tahun) yang langsing tidur lebih lama dan nyenyak daripada yang gemuk. Anak bergizi baik (tidak kegemukan) tidur lebih banyak. Dengan kecukupan asupan zat gisi dan serat dari makanan diharapkan anak bisa buang air besar lancar, nafsu makan baik, dan tidur nyenyak.

Sumber : kompas.com

Read More......

IC Soematra GMCP


untuk DL IC Soematra GMCP
http://uploads.bizhat.com/file/388701

untuk DL IC Soematra 10
http://uploads.bizhat.com/file/388703

Read More......

Sabtu, 10 Januari 2009

Terung, Antikanker yang Dipercaya Sebagai Obat Kuat

Satu lagi bahan pangan yang mudah didapat dan murah harganya, tetapi sangat banyak khasiatnya bagi kesehatan. Terung merupakan bahan pangan kaya zat gizi yang bisa menurunkan kolesterol darah, mengandung zat antikanker, sebagai alat kontrasepsi, serta dipercaya meningkatkan libido.


Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman asli daerah tropis yang diduga berasal dari Asia, terutama India dan Birma. Dari kawasan tersebut, terung kemudian disebarkan ke Cina pada abad ke-5. Dari Cina selanjutnya disebarluaskan ke Karibia, Afrika Tengah, Afrika Timur, Afrika Barat, Amerika Selatan, dan daerah tropis lainnya.

Selanjutnya terung disebarkan pula ke negara-negara subtropis, seperti Spanyol, dan negara lain di kawasan Eropa. Karena daerah penyebarannya sangat luas, sebutan untuk terung sangat beraneka ragam, yaitu eggplant, gardenegg, aubergine, melongene, eierplant, atau eirefruch.

Jenis Terung
Terung merupakan salah satu jenis sayuran buah yang digemari berbagai kalangan. Tanaman terung termasuk satu kerabat dengan tanaman takokak (Solanum torvum), leunca (Solanum nigrum), tomat (Solanum lycopersicum), dan kentang (Solanum tuberosum). Terung dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.

Bunga terung merupakan bunga banci, yaitu berkelamin dua. Dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Bunga terung bentuknya mirip bintang, berwarna biru atau lembayung, cerah sampai gelap. Penyerbukan bunga dapat berlangsung secara silang maupun menyerbuk sendiri.

Buah terung merupakan buah sejati tunggal, berdaging tebal, lunak, dan berair. Buah tergantung pada tangkai buah. Dalam satu tangkai umumnya terdapat satu buah terung, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu buah. Biji terdapat dalam jumlah banyak dan tersebar di dalam daging buah. Daun kelopak melekat pada dasar buah, berwarna hijau atau keunguan.

Buah terung sangat beragam, baik dalam bentuk, ukuran, maupun warna kulit, tergantung pada varietasnya. Dari segi bentuk buah, ada yang bulat, bulat-panjang dan setengah bulat. Ukuran buah bervariasi dari kecil, sedang, dan besar.

Warna kulit buah bervariasi dari ungu, hijau keputih-putihan, putih, putih keunguan, serta hitam atau ungu tua. Di dalam buah terdapat biji dalam jumlah banyak, berbentuk pipih, berwarna cokelat muda. Biji tersebut merupakan alat reproduksi atau perbanyakan tanaman secara generatif.

Jenis terung yang umum diperjualbelikan adalah terung gelatik, terung kopek, terung craigi, terung medan, terung bogor, dan terung jepang. Terung gelatik umumnya dibuat lalap, sehingga sering juga disebut sebagai terung lalap. Buahnya bulat kecil berwarna ungu atau putih keunguan, teksturnya renyah, rasanya langu tetapi tidak getir.

Terung kopek memiliki bentuk buah bulat panjang, bagian ujungnya tumpul, lurus, berwarna ungu, hijau keunguan, atau hijau muda. Rasanya agak manis dan tekstur daging buahnya lunak.
Terung craigi memiliki buah berbentuk bulat panjang (lurus atau bengkok), berwarna ungu atau ungu muda, serta ujungnya meruncing. Terung medan berbentuk bulat panjang, warnanya hijau bergaris-garis putih, rasanya manis tetapi agak asam.

Terung bogor memiliki buah berbentuk bulat besar, sehingga dikenal juga sebagai terung kelapa. Warnanya putih atau hijau keputih-putihan, tekstur renyah, rasanya sedikit manis dan agak getir (kelat). Selain varietas lokal, di Indonesia juga banyak ditanam terung varietas introduksi, yaitu berasal dari luar negeri. Varietas introduksi yang paling dikenal adalah terung jepang.

Terung jepang memiliki bentuk yang beragam, yaitu silindris, lonjong, oval atau bulat, serta warna kulit yang ungu hingga ungu gelap mengilap. Varietas terung jepang yang sangat dikenal adalah moneymaker 2 dan black shine.

Saat ini di Indonesia banyak ditanam varietas terung hibrida. Keunggulan varietas hibrida adalah produksinya tinggi, teksturnya renyah dan empuk, rasanya enak, serta memiliki ketahanan yang tinggi terhadap hama dan penyakit tanaman. Contoh varietas hibrida: farmers long dan extra long (asal Taiwan); early bird, black dragon, vista, long tom, dan money maker 2 (asal Jepang).

Cegah Hipertensi
Komposisi gizi terung sangat beragam, tergantung varietas, lokasi penanaman, serta ketuaan buah saat dipanen. Walaupun ketiga jenis sayuran tersebut merupakan kerabat dekat, komposisi gizinya sedikit berbeda. Tekokak dan leunca memiliki kadar energi, kalsium, vitamin A, dan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan terung.

Keunggulan terung terletak pada kadar potasium (kalium) yang tinggi, yaitu sekitar 217 mg/100 g, serta kadar sodium (natrium) yang sangat rendah, yaitu 3 mg/100 g. Kadar kalium yang tinggi dan natrium yang rendah sangat menguntungkan bagi kesehatan, khususnya dalam pencegahan penyakit hipertensi.

Selain itu, terung mengandung serat pangan dalam jumlah lumayan banyak, yaitu 2,5 g/100 g, sehingga baik untuk pemeliharaan saluran pencernaan. Vitamin yang cukup menonjol pada terung adalah asam folat, dengan kadar 19 mikrogram per 100 gram bahan.

Ditinjau dari segi ekonomi, terung memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan tekokak dan leunca. Bentuk olahan terung juga lebih bervariasi, sehingga lebih disukai oleh masyarakat luas.

Hanya Mitos
Anjuran bahwa seorang pria sebaiknya tidak mengonsumsi terung karena dapat menurunkan libido adalah mitos belaka. Mitos tersebut timbul karena mengasosiasikan organ seksual pria dengan terung yang teksturnya lunak dan loyo akibat proses pemasakan. Anggapan tersebut sama sekali tidak benar. Sebaliknya, di dalam buah terung terkandung zat-zat penting yang justru bermanfaat bagi kesehatan, termasuk dalam urusan seks.

Secara tradisional, tanaman terung digunakan sebagai obat untuk pengobatan gusi bengkak, peradangan pada mulut, wasir, borok pada hidung, retak tulang, pelancar air seni, dan demam. Hal tersebut masih dipraktikkan di berbagai daerah hingga saat ini.

Kulit terung mengandung banyak flavonoid dan antioksidan lain, yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Terung juga mengandung senyawa terpen yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Suatu penelitian menggunakan kelinci percobaan menunjukkan bahwa pemberian jus terung mampu menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki laju aliran darah.

Buah terung juga mengandung senyawa asam klorogenat (chlorogenic acid), yaitu salah satu jenis antioksidan, yang menurut beberapa hasil penelitian memiliki aktivitas antikanker, antimikroba, dan antivirus, serta memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Terung juga diketahui mengandung tripsin inhibitor, yaitu suatu komponen yang dipercaya mampu membantu menetralkan sel penyebab kanker.

Beberapa jenis terung, seperti Solanum khasianum, Solanum laciniatum, dan Solanum grandiflorum, diketahui mengandung senyawa alkaloid berupa solasodin dalam jumlah cukup tinggi, yaitu antara 2,0 hingga 3,5 persen. Senyawa tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku untuk kontrasepsi oral, sebagai pil untuk kepentingan program keluarga berencana.
Sumber : Kompas.com

Read More......

Yang Diperlukan Anak agar Bermental Sehat

Untuk bisa tumbuh secara sehat, anak-anak tidak cukup hanya mendapatkan makanan, olahraga, dan rumah yang baik. Mereka juga butuh cinta tanpa syarat dari orangtuanya.

“Ngapain coba bokap gue nyeramahin orang tiap hari? Dia itu kolektor film porno, selemari penuh...” ujar seorang remaja berusia 17 tahun yang positif mengidap HIV. Sebutlah namanya Boy, telah berhubungan seksual sejak usia 13 tahun. Sudah tak terhitung jumlah perempuan yang pernah berhubungan dengannya, tak terhitung pula sudah berapa kali ia melakukannya.

Mengapa Boy melakukannya? Ia mengaku bosan, muak, kecewa, dan marah dengan sikap orangtuanya yang menurutnya terlalu munafik. Sebagai ahli dakwah yang populer dan sering muncul di TV, ayahnya menanamkan peraturan agama secara kaku dan ketat kepada anak-anaknya sejak kecil.

Di sisi lain Boy melihat ayahnya di rumah tiap hari menonton film-film porno, sendirian. Sementara si ibu tipe perempuan yang lemah dan tunduk patuh sepenuhnya pada suami. Boy kecewa kepada ayah dan ibunya, yang dinilainya hanya bisa memerintah, memerintah, dan memerintah.

Ada lagi Ike, sebutlah begitu namanya. Sebagai anak keluarga berada, dia dengan mudah mendapatkan semua yang diinginkannya. Ke sekolah diantar sopir dengan mobil pribadi yang mewah, uang saku tak terbatas, apa pun bisa dibelinya.

Nyatanya Ike tumbuh sebagai anak yang gelisah, kesepian, dan sangat longgar dalam urusan moral. Orangtuanya hampir tak pernah berkomunikasi dari hati ke hati dengannya. Mereka sibuk, jarang di rumah, tetapi melimpahi anak dengan harta.

Mental dan Fisik
Boy dan Ike adalah contoh betapa sebagai anak mereka tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan untuk tumbuh sehat. Namun, boleh jadi ayah dan ibu mereka tidak menyadari bahwa apa yang terjadi pada anak-anak tersebut merupakan dampak dari ketidaktahuan atau keteledoran orangtua.

Sebetulnya banyak sekali kebutuhan anak-anak untuk bisa tumbuh sehat. Dari segi fisik anak-anak sejak dalam kandungan membutuhkan:
- nutrisi yang baik dan sesuai kebutuhan
- istirahat dan tidur yang cukup
- olahraga sesuai takaran
- imunisasi sesuai kebutuhan
- lingkungan tinggal yang sehat

Boleh jadi semua orangtua yang membeli tabloid gaya hidup sehat ini bisa memenuhi kebutuhan fisik seperti di atas. Meski demikian, dengan terpenuhinya kebutuhan fisik tersebut belum berarti anak-anak akan tumbuh sehat jika kebutuhan untuk memiliki mental yang sehat tidak terpenuhi.

Kebutuhan itu antara lain:
- cinta tanpa syarat dari ayah, ibu, dan keluarga
- memiliki kepercayaan diri dan rasa harga diri (self esteem) yang tinggi
- punya kesempatan bermain dengan anak-anak lain
- mendapat dorongan dan dukungan dari guru dan orang-orang yang mengasuhnya
- tinggal di lingkungan yang aman dan terlindung
- adanya pedoman dan disiplin yang jelas

Cinta Tanpa Syarat
Mengacu pada Asosiasi Kesehatan Mental Nasional, Amerika Serikat, cinta, rasa aman, dan penerimaan harus menjadi “jantung” bagi setiap keluarga. Anak-anak perlu tahu bahwa cinta orangtua tidak tergantung pada prestasi anak-anak. Kesalahan dan/atau kekalahan harus diterima. Dengan demikian, rasa percaya diri akan tumbuh di rumah yang penuh dengan cinta dan perhatian tanpa syarat.

Banyak orangtua tanpa sadar sering membuat anak merasa tidak diterima dan tidak disayang karena prestasi, sikap dan perilaku, atau kondisi fisiknya tidak sesuai harapan orangtua. Akibatnya, banyak anak yang kemudian lari mencari kompensasi atau melakukan tindakan penghukuman terhadap sikap orangtuanya.

Bagaimana dengan soal menumbuhkan kepercayaan diri dan self esteem yang tinggi pada anak-anak?

Sangat disarankan orangtua memberikan dorongan bagi anak untuk mengenal dan mempelajari hal-hal baru, serta menumbuhkan hasratnya untuk mengeksplorasi lingkungan. Keterlibatan, komunikasi aktif, dan perhatian orangtua akan menumbuhkan kepercayaan dan harga diri anak.
Orangtua pun perlu memahami bahwa anak butuh tujuan yang realistis, sesuai ambisi dan kemampuan masing-masing. Dengan bantuan orangtua, anak dapat memilih aktivitas yang bisa mengembangkan kemampuan dan kepercayaan dirinya.

Sikap jujur orangtua merupakan tonggak bagi anak. Karena itu, bersikaplah jujur pada anak, tidak perlu menyembunyikan kegagalan Anda dari mata mereka, sebab anak perlu belajar pula bahwa orangtua bukanlah manusia yang sempurna.

Sebaliknya, jika anak mengalami kegagalan, orangtua tidak diharapkan bersikap kasar, sinis, sarkastis, menghakimi, atau menyalahkan. Yang dibutuhkan anak adalah penerimaan dan dorongan yang mampu membesarkan hati mereka untuk bisa bangkit.

Pedomannya Jelas
Boy begitu kecewa dan marah kepada ayahnya, figur yang menanamkan nilai-nilai moral dan disiplin keras kepadanya. Ia kecewa karena ayahnya tidak konsekuen. Di satu sisi ia sosok yang menanamkan hal-hal baik, di sisi lain ia melakukan apa yang ditabukan kepada anaknya. Si anak jadi bingung, mana pedoman yang harus dipegangnya, omongan atau perbuatan ayahnya?

Anak-anak, sebagai anggota keluarga, perlu belajar tentang peraturan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam keluarga. Peraturan dan nilai-nilai itu sendiri harus jelas, adil, konsisten, dan konsekuen dijalani oleh orangtua yang menegakkannya.

Anak-anak pun perlu tahu bahwa setiap anggota keluarga bertanggung jawab atas perbuatannya, dan apa konsekuensinya jika melanggar peraturan dan nilai-nilai yang diberlakukan itu.

Karena itu:
- Bersikaplah sabar dan realistis dengan harapan Anda, karena perkembangan anak tergantung pada cinta dan dukungan Anda.
- Perlihatkan contoh yang baik karena Anda tidak mungkin mengharapkan adanya pengendalian diri dan disiplin diri dari anak-anak jika Anda sendiri tidak melakukannya.
- Jika Anda harus mengkritik, kritiklah perbuatannya, bukan pribadi si anak. Lebih baik bilang, “Kelakuanmu jelek sekali,” bukan “Kamu memang anak yang jelek!”
- Berikan alasan yang jelas mengapa Anda menerapkan disiplin dan nilai-nilai tertentu, dan apa konsekuensinya jika tidak diterapkan.
- Sampaikan perasaan Anda karena kadang orangtua kehilangan kontrol, tetapi setelah itu meminta maaflah jika Anda melakukan kesalahan.

Bemain Bersama
Bagi anak-anak, bermain itu sangat menyenangkan. Dari aktivitas menyenangkan itulah anak belajar kreatif, mengenal dan memecahkan masalah, mengontrol diri, berempati, berbagi, dan sebagainya. Bermain itu penting bagi kesehatan fisik dan mental anak.

Anda perlu mengubahnya jika masih memiliki persepsi bahwa bermain itu hanya buang waktu. Beri kesempatan anak untuk bermain dengan teman sebaya. Bahkan, orangtua adalah teman bermain yang sangat baik karena hubungan emosional yang positif bisa terbangun.

Yang pasti, jangan menjadikan TV sebagai pengganti kehadiran Anda. Bagaimanapun, bermain yang sehat membutuhkan interaksi langsung dengan manusia lain. Anda tidak mau anak-anak “diasuh” oleh kotak bergambar itu, bukan?

Sumber : Kompas.com

Read More......

Kamis, 08 Januari 2009

Apel Mencegah Asma pada Bayi!

Jika perempuan memakan apel selama hamil, bayi mereka mungkin memiliki resiko yang lebih rendah untuk terserang asma, demikian hasil satu studi baru.

Studi tersebut, yang diselenggarakan oleh para peneliti Belanda, dilandasi atas analisis terhadap 1.253 anak dari sebelum mereka lahir hingga mereka berusia 5 tahun.

Dalam studi itu, ibu anak-anak tersebut menyelesaikan daftar pertanyaan mengenai makanan selama mereka hamil, dan kesehatan anak mereka dinilai dengan daftar pertanyaan mengenai gejala penyakit. Makanan anak-anak itu juga dinilai.

Temuan tersebut memperlihatkan perempuan yang mengkonsumsi paling banyak apel selama kehamilan --lebih dari empat per pekan-- memiliki anak yang memiliki kemungkinan 37 persen lebih rendah untuk mengalami sesak nafas dibandingkan dengan anak dari ibu yang paling sedikit mengkonsumsi apel selama mereka hamil.

Studi itu disiarkan di dalam jurnal Thorax, terbitan Januari.

Mekanisme di balik kemungkinan dampak perlindungan apel mungkin memiliki kaitan dengan "flavonoid" dan zat anti-oksidan lain yang terkandung di dalam apel, kata Dr. Devang Doshi, Direktur Bagian imunologi dan Alergi Pediatrik di Beaumont Hospital di Royal Oak, Michigan, yang tak ikut dalam studi tersebut.

Lebih dari 20 juta orang Amerika memiliki asma dan sebanyak 6,2 juta di antara mereka adalah anak kecil, demikian data dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention
Sumber : Kompas.com

Read More......